Sudut Pandang Introver

Bulan Desember biasanya bulan yang juga dibarengi dengan turunnya hujan. Langit yang lebih bersih dan lembut. Burung-burung terbang membuat lingkaran di langit yang kadang orang bilang 'nanti akan hujan'. Atau sekedar lebih banyak yang jualan bakso dan cemoe daripada es. 

Apasih rasanya jadi introver?
Bagi seorang introver dunia mungkin begitu sunyi, tetapi tiba-tiba juga ceria dan penuh. Kelihatan kosong di luar, berisik di dalam kepala. Selalu ada dialog -dialog bebas lepas.

Terkadang kusebut introver sebagai sayap kanan dan kiri ekstrover, yang membantu menyeimbangkan tugas-tugas. Di belakang layar introver yang menjaga, sementara di depan, ekstrover.

Hal yang cukup menantang bagi introver adalah bicara, karena berisiknya isi kepala tak selalu keluar, melainkan habis lenyap dalam diam. 

Saat bersosialisasi, introver lebih memilih untuk mengamati dan mendengarkan, sebenarnya yang kerap muncul adalah "habis ini mau tanya apalagi ya", ketika pembahasan tidak match. Tapi dalam deeptalk yang sefrekuensi, introver bisa bicara seperti ekstrover, ekspresif, dll. Yang sangat berkebalikan dengan tampilan luar mungkin diam, kurang ekspresif, dll.

Sebagai seorang introver, banyak waktu yang dihabiskan dengan menyendiri, untuk mengisi daya baterai tubuh. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILOSOFI TERAS

MELESTARIKAN HEWAN DAN TUMBUHAN LANGKA